JAKARTA - PT Bumi Daya Plaza (BDP) selaku manajemen Gedung Graha Mandiri menggelar rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG), bekerja sama dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jakarta Pusat. Diikuti oleh para penghuni gedung sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari kebakaran hingga gempa bumi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari (18-19/09/2026) dan bertempat di Gedung Graha Mandiri.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan penghuni gedung dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, khususnya risiko kebakaran. Sekaligus membekali penghuni gedung dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara langsung apabila situasi darurat terjadi.

Dari adanya kegiatan ini, dapat membuat terbentuknya penghuni gedung yang lebih tanggap dan mandiri dalam merespon keadaan darurat, meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material. Selain itu juga untuk memperkuat sinergi antara pengelola gedung, penghuni, dan pihak terkait dalam menciptakan lingkungan gedung yang aman.

Sambutan Direksi BDP, Suroso Djailani (dok. BDP)Sambutan Direksi BDP, Suroso Djailani (dok. BDP)

Dalam sambutannya, Suroso Djailani Direksi BDP menyampaikan apresiasi atas antusiasme penghuni gedung dalam mengikuti rangkaian kegiatan ini.

Suroso menilai, melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan MKKG ini, kami ingin memastikan seluruh penghuni Graha Mandiri memiliki pemahaman dan kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi berbagai risiko.

“Pemahaman terkait dengan keselamatan agar benar-benar melekat pada kita semua, sehingga kita bisa menjaga kondisi-kondisi tertentu yang memang harus kita lakukan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Yandra Nelfi selaku Vice President Building Management Group BDP turut menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari standar operasional pengelolaan gedung. Terutama peran floor warden mengelola keselamatan dan memimpin evakuasi darurat di lantai atau area gedung tertentu.

“Floor warden mempunyai tugas yang nantinya akan membantu memastikan penghuni lantai untuk dapat memperoleh informasi arahan dan melakukan evakuasi secara tertib sesuai dengan prosedur,” ujar Yandra.

Yandra menambahkan, keberhasilan daripada sistem keselamatan gedung tidak hanya dibebankan kepada pengelola gedung, security, ataupun tim engineering. Manajemen gedung memiliki tanggung jawab untuk menyediakan sistem fasilitas prosedur dan pelatihan. Sistem tersebut akan efektif apabila seluruh penghuni gedung memahami dan menjalankan perannya masing-masing.

Pada hari pertama, kegiatan sosialisasi menghadirkan dua materi, yaitu materi pertama yang disampaikan oleh Saepuloh, SPd., MT. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan Jakarta Pusat. Pada paparan materi yang disampaikannya, Saepuloh menjelaskan tentang prosedur darurat kebakaran pada bangunan gedung, mencakup langkah-langkah tanggap darurat, sistem proteksi kebakaran, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga peran serta penghuni dalam menghadapi situasi kebakaran di gedung bertingkat.
Materi menghadapi bencana gempa bumi. (dok. BDP)Materi menghadapi bencana gempa bumi. (dok. BDP)

Saepuloh juga membahas mengenai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi megathrust. Dalam paparannya, Saepuloh menjelaskan potensi ancaman gempa megathrust yang perlu diwaspadai, khususnya bagi bangunan gedung bertingkat, serta langkah-langkah mitigasi dan tindakan yang perlu dilakukan penghuni sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa. Mulai dari pengenalan jalur evakuasi darurat, titik kumpul, cara berlindung yang aman di dalam gedung, hingga pentingnya kesiapsiagaan individu dalam menghadapi potensi bencana alam tersebut.

Materi kedua yang disampaikan oleh Fajar Maulana, S.Pd., M.A., Analis Kebakaran Ahli Pertama Damkar Jakarta Pusat, mengangkat topik yang tidak kalah relevan, yaitu mobil listrik sebagai sebuah tantangan bagi kinerja sistem proteksi kebakaran bangunan gedung. Materi ini membahas potensi risiko kebakaran yang ditimbulkan oleh kendaraan listrik, serta implikasinya terhadap kesiapan sistem proteksi kebakaran di area parkir maupun fasilitas gedung secara umum.

Pelatihan memadamkan api menggunakan karung basah. (dok. BDP)
Pelatihan memadamkan api menggunakan karung basah. (dok. BDP)

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan MKKG yang diberikan oleh tim Damkar Jakarta Pusat. Pelatihan ini bersifat lebih aplikatif, karena para peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, serta teknik dasar penanganan situasi darurat kebakaran.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali penghuni gedung dengan keterampilan praktis agar dapat merespons secara cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat.

Melalui kegiatan sosial dan pelatihan ini, BDP berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh penghuni terhadap berbagai potensi bahaya, mulai dari kebakaran, risiko yang dibawa oleh kendaraan listrik, hingga ancaman bencana gempa bumi megathrust, sekaligus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan gedung Graha Mandiri.

Kegiatan semacam ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BDP dalam memenuhi standar manajemen keselamatan gedung yang berlaku.



Mitra bisnis masa depan untuk Sewa Ruang Kantor | Jasa Pengelolaan Gedung | Jasa Tenaga Alih Daya | Jasa Tenaga Keamanan | Jasa Konstruksi | Jasa Desain dan Furniture